Dalam
menyediakan tempat bagi merpati ini ada hal-hal yang perlu kita
pertimbangkan. Pertama, memikirkan kenyamanan akomodasi yang kita
sediakan bagi burung. Kedua, memperhitungkan kepentingan kita dalam
memelihara burung-burung ini, terutama dalam kaitannya dengan faktor
penanganan burung, terrnasuk membersihkan kandang. Terakhir, barulah
kita memperhitungkan segi biaya pembuatan kandang dan perawatan
keseluruhan nantinya.
Untuk
membuat kandang merpati ini, tentu kita perlu menyelaraskannya dengan
tempat yang teisedia. Kadang timbul keinginan untuk memelihara sepasang
burung saja, dan kita menyediakan kandang yang kita anggap cukup untuk
satudua pasang. Tetapi kenyataan yang sering terjadi adalah
perkembangbiakan burung berjalan di luar dugaan, sehingga membuat si
pemilik kebingungan karena tempat yang dibuat itu ternyata menjadi
terlalu kecil. Di sini kita akan dihadapkan pada pilihan apakah kita
membuang sebagian burung-burung itu tidak selamanya kita
memelihara untuk keperluan konsumsi atau komersial atau kita harus
merogoh saku untuk membesarkan kandang atau menambah kandang baru.
Oleh
karena itu, dalam merencanakan pembuatan kandang hendaknya
mempertimbangkan kemungkinan timbulnya masalah itu, dan tahu
langkahlangkah yang harus diambil kemudian dalam penanggulangannya.
Dengan demikian kita perlu menentukan sampai berapa banyak burung burung
yang perlu berada dalam kandang yang kita buat, atau berapa besar
kandang yang perlu dibuat untuk menampung sejumlah burung yang kita
kehendaki.
Mengenai kapasitas
kandang ini ada pihak yang berpendapat bahwa untuk menampung sepasang
merpati konsumsi atau sepasang merpati hias membutuhkan tempat seluas 50
cm x 50 cm. Ada pihak lain lagi yang memberi contoh, bahwa untuk
menampung sekitar 18—25 pasang merpati tergantung dari jenis dan ukuran
tubuhnya kita dapat menyodorkan kandang dengan ukuran panjang 4 m,
lebar 2,5—3 rn dan tinggi 1,5—2,5 m. Kandang yang dimaksud berbentuk
rumah, yaitu ruangan beratap dan berdinding yang di dalamnya tersedia
kotak-kotak sarang untuk berkembang biak, di samping adanya
tenggeran-tenggeran khusus bagi merpati.
Kandang
semacam ini perlu ditambah dengan kandang terbuka yang semua sisinya
dikelilingi kawat, termasuk bagian atas. Kandang terbuka yang menempel
pada salah satu sisi kandang tertutup (rumah) itu dapat berukuran sama
dengan kandang tertutup. Dalam kandang kawat terbuka inilah burung
mempunyai kesempatan beranginangin dan menikmati sinar matahari serta
terbang pada udara terbuka di dalam kandang.
Perlu
dicatat, bahwa ada pihak yang menganjurkan agar kandang janganlah
terlalu tinggi, sebab kalau tingginya lebih dari 2,5 m maka kita akan
mengalami kesulitan dalam menjinakkan burung-burung ini, juga akan
menyulitkan bila kita hendak menangkapnya.
Untuk kandang terbuka, hendaknya kawat yang dipergunakan tidak terlalu jarang (berlubang besar).
Memang,
merpati mempunyai ukuran badan yang besar sehingga kawat akan
menahannya, tetapi penggunaan kawat yang halus kawat "ayam"
pantas dipakai. Hal ini bertujuan untuk menahan masuknya burung-burung
lain seperti burung gereja ataupun masuknya binatang-binatang pengganggu
seperti tikus. Binatang-binatang tak diundang itu dapat
menghabiskan makanan burung, di samping
mengganggu dan dapat menimbulkan kejengkelan bagi kita.
Memberikan
fasilitas akomodasi kepada merpati tidaklah harus dalam bentuk
serbabaru. Barangbarang bekas dapat dimanfaatkan. Juga ruanganruangan
tertentu di rumah yang tidak dipakai lagi dapat dimanfaatkan untuk
keperluan itu. Pecinta-pecinta merpati banyak yang mempergunakan garasi
atau ruanganruangan rumah lainnya untuk kandang merpati. Namun ada pula
pihak yang sengaja membuat bagian loteng rumahnya sebagai tempat
pengembangbiakan burung. Dan kayu-kayu bekas dapat dimanrfaatkan untuk
mernbuat kandang, kotak sarang atau tempat bertengger. Sudah tentu kita
tidak perlu malu untuk memakai kayu bekas peti (dengan kayu murahan).
Pemanfaatan
tempat perlu disesuaikan dengan sasaran kita memelihara merpati.
Memelihara burung secara sederhana, yaitu dengan membiarkannya secara
bebas, adalah paling murah biayanya. Sebab kita hanya pejrlu menyediakan
tempat yang minimum bagi burung, yaitu hanya menyediakan tempat
bertengger dan berteduh serta kotak sarang urituk berkembang biak.
Cara
ini menguntungkan dilihat dari segi penyediaan tempat. Tetapi ini
sering merugikan orang lain sebab burung dapat mengotori rumah dan
pekarangan orang sekeliling. Juga dari segi kemurnian burung menjadi
tanda tanya bila kita memelihara beberapa jenis burung dan berkembang
biak bersamasama.
Di samping itu
risiko hilang mudah terjadi. Dilihat dari segi itu maka memakai ruangan
yang tidak dipakai akan lebih menguntungkan. Sudah tentu pengubahan di
sana sini perlu dilakukan, seperti menutup celahcelah lubang udara
dengan kawat dan penyediaan tenggeran serta kotak-kotak penangkaran.
Dengan keadaan lantai yang boleh dikatakan masih baik maka soal
pembersihan tempat itu tidaklah terlalu sulit.
Bila
kita mau memelihara merpati pos dan membudidayakannya, maka pilihan
untuk rtiemanfaatkan tempattempat yang tidak terpakai hendaknya
diarahkan pada tempattempat yang tinggi di atas tanah. Pada rumah
tingkat, misalnya, ruangan di tingkat atas akan lebih cocok bagi
pemeliharaan dan penangkarari burung ini. Bahkan mempunyai udara terbuka
yang tidak terganggu oleh keadaan sekeliling.
Adanya
kawat, tiang antena, pohonpohon tinggi dapat mempengaruhi prestasi
burung dalam suatu perlombaan yang diikutinya. Suasana udara terbuka itu
berkaitan erat dengan pelataran untuk mendarat bagi merpati pos
ini akan menjadi jelas bila kita mempelajari masalah ini di bab merpati
pos.
Merpati hanya memerlukan
sebuah tempat sebesar piring makan sebagai tempat bertelur, mengeram dan
membesarkan anak. Tetapi tempat sekecil itu agak kurang serasi bila
diletikkan di tempat terbuka, walaupun itu di bagian yang teduh atau
ruang tertutup. Burung lebih menyukai adanya kotak yang kemudian kotak
itu menjadi "hak"nya sendiri untuk dipakai tanpa diganggu oleh burung
lain. Di dalam kotak inilah sarang sepantasnya berada. Kita memang perlu
mengikuti selera burung, sehingga kita juga perlu menyediakan sebuah
kotak sebagai tempat pribadi bagi sepasang burung. Dan kotak sarang ini
perlu disediakan pada ruangan di mana burung itu dikurung.
Sudah
tentu besarkecilnya kotak sarang itu banyak bergantung pada ukuran
badan burung yang kita pelihara. Ada pihak yang berpendapat, bahwa kotak
sarang berukuran 35 cm x 35 cm x 35 cm, cukup untuk burung merpati yang
berukuran badan sedang, seperti merpati yang biasa kita kenal. Bagi
burung-burung yang memiliki ukuran badan lebih besar diperlukan kotak
sarang yang berukuran lebih besar pula. Ada merpati yang badannya
langsing tetapi tinggi sehingga perlu flibuatkan kotak sarang yang
tingginya melebihi tinggi burung,
Dari
mereka yang biasa menangani burung-burung merpati ini, ada yang usul
agar disediakan dua buah sarang pada kotak sarang yang ada. Gunanya
adalah memberi kesempatan burung untuk bertelur lagi sewaktu burung
masih membesarkan anakanaknya, sedang anakanak itu belum meninggalkan
sarang. Dengan cara seperti itu maka kita dapat memperkirakan ukuran
kotak sarang itu, yakni kurang lebih sebesar mangkok. Mangkok ini dapat
kita buat dari kayu, atau kita memakai alat tembikar yang cekung, atau
juga sejenis "tatakan" pot kembang dari tanah. Bahkan kita juga dapat
memakai keranjang dari anyaman bambu.
Dengan
menyediakan tempat bertelur seperti ini jadi kita tidak
membiarkan burung bertelur di lantai kotak maka kita lebih mudah
membersihkan kotak sarang itu dari kotoran burung, suatu hal yang perlu
kita lakukan sesering mungkin bila kita dapat melakukannya tanpa
mengganggu telur dan burung yang sedang mengeram, atau mengganggu
anakanak burung.
Bahanbahan
sarang sudah tentu perlu kita sediakan, bila burung dalam keadaan
terkurung. Burung akan membuat sendiri sarangnya dengan bahanbahan yang
tersedia, tetapi tidaklah salah kalau kita menyodorkan mangkok sarang
yang siidah terisi bahan-bahan sarang. Potonganpotongan jerami dan
rumput kering merupakan bahan sederhana yang dapat kita sodorkan
kepadanya. Bahan serutan kayu dair serutan bambu juga dapat dipakai
sebagai bahan sarang. Ada pula pihak yang mengusulkan agar kayu dari
batang tembakau dipakai sebagai bahan sarang. Gunanya adalah untuk
menghalau binatang-binatang kecil seperti tungau tembakau yang
ditaburkan di alas mangkok dapat menghalau tungau-tungau ini, dan ini
telah dikerjakan oleh orang-orang tertentu.(Sumber: Arie Soeseno, Memelihara dan Beternak Burung Merpati).















mantap
BalasHapus